Sepuluh gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Banda Aceh telah selesai dibangun, menurut Forum Komunikasi Ketua KDMP Kota Banda Aceh pada Jumat, 9 Oktober 2026. Di kota yang memiliki 90 koperasi berbadan hukum itu, forum yang sama menyebut baru enam koperasi menjalankan usaha. Dua angka tersebut menunjukkan kemajuan pembangunan sarana sekaligus pekerjaan yang masih tersisa pada operasional koperasi.
Ketua forum, Zulkarnain M Isa, menyebut gerai yang selesai antara lain berada di Gampong Lambung, Lamjabat, Surin, Rukoh, Tibang, Alue Naga, dan Lambhuk. Sejumlah koperasi juga dilaporkan telah memperoleh kendaraan pendukung, seperti becak dan truk. Keterangan tersebut disampaikan kepada ANTARA dan belum disertai daftar lengkap sepuluh gerai maupun laporan pemeriksaan fisik yang dapat ditelaah publik.
Tiga ukuran kemajuan yang berbeda
Jumlah koperasi berbadan hukum, jumlah bangunan gerai yang selesai, dan jumlah koperasi yang benar-benar menjalankan usaha tidak mengukur hal yang sama. Badan hukum menunjukkan kelembagaan telah dibentuk. Gerai yang selesai menunjukkan ketersediaan sarana fisik. Koperasi operasional menunjukkan aktivitas usaha sudah berlangsung, tetapi belum otomatis membuktikan keuntungan, jumlah anggota aktif, atau dampak terhadap pendapatan warga.
Pada 22 Juni 2026, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, menyebut 90 KDMP telah berbadan hukum, 50 memiliki nomor induk berusaha (NIB), dan empat sudah beroperasi. Pada 9 Oktober, ketua forum koperasi menyebut enam telah berusaha. Perbandingan empat menjadi enam merupakan perkembangan berdasarkan keterangan dua narasumber berbeda; tanpa daftar unit dan definisi operasional yang seragam, angka itu belum cukup untuk menyimpulkan laju keberhasilan program secara menyeluruh.
Mengapa gerai tidak otomatis berarti ekonomi bergerak?
Koperasi memerlukan modal kerja, pengelola yang memahami usaha, rantai pasok, anggota dan pelanggan, pembukuan, serta pengawasan. Bangunan dan kendaraan dapat mendukung kegiatan tersebut, tetapi keberadaan aset tidak sama dengan omzet atau surplus usaha. Karena itu, pertanyaan yang lebih relevan setelah sepuluh gerai selesai adalah kapan masing-masing mulai bertransaksi dan bagaimana keberlanjutan usahanya dinilai.
Forum KDMP menyebut jenis usaha yang telah berjalan mencakup kebutuhan pokok, penyaluran beras dan gula melalui kerja sama dengan Bulog, serta elpiji melalui Pertamina. Namun belum tersedia data publik yang terperinci tentang nilai transaksi, modal kerja yang digunakan, pembagian manfaat kepada anggota, atau jumlah tenaga kerja yang tercipta pada enam koperasi operasional tersebut.
Janji pemerintah kota dan kebutuhan audit
Pada Mei 2025, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengingatkan bahwa koperasi tidak cukup hanya dibentuk secara administratif. Ia menekankan keberlanjutan, kapasitas pengelolaan, dan kepercayaan masyarakat. Pernyataan itu relevan untuk menguji hasil program setelah lebih dari satu tahun pembentukan koperasi di 90 gampong.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga membahas digitalisasi koperasi pada 6 Oktober 2026. Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah menyatakan teknologi semestinya memperkuat tata kelola, transparansi, akuntabilitas, dan layanan, bukan sekadar menghasilkan aplikasi. Rencana digitalisasi dapat membantu pencatatan usaha, tetapi dampaknya tetap perlu diuji dari penerapan nyata di koperasi.
Apa yang perlu dibuka berikutnya?
Pemerintah kota, pengurus, dan pihak yang membiayai sarana perlu membuka daftar 90 koperasi beserta status NIB, kesiapan gerai, tanggal mulai operasi, sumber dan nilai pembiayaan, jenis usaha, serta laporan kinerja berkala. Daftar itu penting untuk membedakan pembangunan fisik, aktivasi usaha, dan manfaat ekonomi. Atlas belum memperoleh dokumen rinci pembiayaan sepuluh gerai; karena itu tidak menyimpulkan nilai pengeluaran atau adanya penyimpangan.
Ukuran keberhasilan KDMP seharusnya bergerak dari berapa koperasi dibentuk dan gerai dibangun menuju berapa yang bertahan, melayani anggota, memperluas pasar produk gampong, serta mampu mempertanggungjawabkan modal dan asetnya. Sepuluh gerai yang selesai adalah perkembangan; apakah ia menjadi mesin ekonomi warga masih harus dibuktikan.

