Pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh mulai dapat dibaca melalui angka agregat. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyebut terdapat 443 jembatan dalam penanganan Satgas jembatan dan hampir 300 titik telah selesai dibangun.

Pemerintah juga menyatakan pekerjaan jalan dan jembatan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai sedang berjalan. Namun frasa 'hampir 300' belum memberikan angka final yang memungkinkan persentase penyelesaian dihitung secara presisi.

Dari jumlah selesai menuju peta yang belum pulih

Jika total penanganan mencapai 443 jembatan dan hampir 300 telah selesai, masih terdapat lebih dari seratus titik yang belum masuk kelompok selesai. Tetapi tanpa daftar lokasi dan status setiap proyek, publik belum dapat mengetahui wilayah mana yang masih mengalami hambatan konektivitas paling berat.

Karena angka yang tersedia menggunakan istilah 'hampir 300', Atlas tidak menetapkan angka pasti untuk jumlah jembatan tersisa. Perkiraan sekitar 143 titik hanya menjadi ilustrasi apabila angka selesai tepat 300, bukan angka resmi.

Jembatan bukan sekadar proyek fisik

Dalam recovery, jembatan menentukan akses warga menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, lahan produksi dan pusat pelayanan. Karena itu, indikator yang lebih penting daripada jumlah struktur yang selesai adalah berapa konektivitas masyarakat yang kembali berfungsi.

Satu jembatan di jalur strategis dapat memberi dampak berbeda dibanding jembatan dengan volume pergerakan lebih kecil. Pemetaan berikutnya perlu menghubungkan lokasi proyek dengan jumlah penduduk, jalur logistik, aktivitas ekonomi dan alternatif akses yang tersedia.

Recovery Tracker membutuhkan data per titik

Angka 443 jembatan menjadi baseline baru untuk Atlas Recovery Tracker. Tahap berikutnya adalah memperoleh daftar lokasi, status pengerjaan, sumber anggaran, target penyelesaian dan fungsi konektivitas setiap titik.

Tanpa data per titik, klaim bahwa pemulihan infrastruktur berjalan baik belum dapat diuji secara merata. Yang perlu diketahui masyarakat adalah bukan hanya berapa jembatan selesai di seluruh Aceh, tetapi apakah akses di wilayah mereka benar-benar telah kembali.