Kementerian Pekerjaan Umum menyebut pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum, yang juga dikenal sebagai Jembatan Kuta Blang, telah mencapai progres 99,14 persen per 14 September 2026. Jembatan sepanjang 149 meter itu ditargetkan kembali fungsional pada 20 September 2026.
Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan andesit untuk jalur pedestrian, pengaspalan, dan marka jalan. Jembatan ini berada di ruas jalan nasional Banda Aceh–Medan dan sebelumnya rusak akibat bencana pada akhir November 2025 sehingga konektivitas sementara ditopang jembatan bailey.
Pemerintah menyatakan pemulihan jembatan penting untuk menjaga pergerakan masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di koridor lintas timur Aceh. Dua jembatan lain yang terdampak bencana, yaitu Jembatan Krueng Meureudu di Pidie Jaya dan Jembatan Ulee Langa di Aceh Utara, disebut telah rampung dan berfungsi.
Yang perlu dibedakan adalah progres fisik dan pemulihan layanan. Capaian 99,14 persen menunjukkan pekerjaan konstruksi hampir selesai, tetapi manfaat publik baru dapat dinilai setelah jembatan dibuka secara aman, kapasitas lalu lintasnya jelas, dan tidak ada hambatan lanjutan pada ruas jalan penghubung.
Atlas perlu memantau apakah target fungsional 20 September tercapai, kapan jembatan dibuka penuh untuk kendaraan, bagaimana pengaturan lalu lintas selama masa awal operasi, serta apakah penyelesaian jembatan ini mempercepat pemulihan jaringan jalan dan distribusi barang di wilayah Bireuen–Aceh Utara.

