Pemulihan layanan air bersih di Aceh Tengah memasuki tahap pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana November 2025. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Oregon di kawasan Takengon dilaporkan mencapai kemajuan fisik sekitar 54 persen pada pertengahan Oktober 2026. Angka itu merupakan keterangan pelaksana proyek, bukan hasil audit independen atas pekerjaan.
Project Construction Manager PT Adhi Karya, M. Irfan, dalam keterangan yang diberitakan ANTARA pada 14 Oktober menyebut pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Proyek dimulai Juni 2026 dan melibatkan sekitar 120 pekerja. Saat laporan disampaikan, pekerjaan meliputi fondasi, bangunan pengambilan air baku, struktur instalasi pengolahan, dan reservoir.
Fasilitas baru dirancang mengolah 100 liter air per detik melalui dua unit berkapasitas masing-masing 50 liter per detik. Air baku berasal dari Danau Lut Tawar. Kapasitas rancangan tersebut tidak sama dengan debit air yang telah disalurkan ke rumah pelanggan; sistem baru masih dalam pembangunan.
Pada September, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menyatakan pembangunan pengganti dilakukan di lokasi berbeda dari fasilitas yang rusak. Ia menyebut rancangan dua unit masing-masing 50 liter per detik serta satu unit lain berkapasitas 20 liter per detik dalam penjelasan kapasitas keseluruhan. Karena itu angka 100 liter per detik untuk instalasi baru dan penyebutan 120 liter per detik pada penjelasan sebelumnya perlu dibaca sesuai cakupan masing-masing, bukan langsung dianggap perubahan target.
Masalah kebijakan publik yang perlu diuji bukan hanya apakah progres fisik mencapai 100 persen pada Desember. Setelah pekerjaan selesai, masih diperlukan pengujian instalasi, mutu air, kesiapan jaringan distribusi, dan kepastian sambungan rumah. Tanpa tahapan itu, peresmian proyek belum membuktikan layanan air minum telah pulih bagi seluruh warga yang terdampak.
Dokumen kontrak, nilai pekerjaan, jadwal pengujian, jumlah pelanggan yang akan dilayani, dan data rumah tangga yang sampai sekarang belum memperoleh layanan normal belum tersedia dalam sumber yang diperiksa Atlas. Karena itu belum dapat dihitung biaya per pelanggan atau dipastikan kapan air benar-benar kembali mengalir secara stabil.
Proyek SPAM Oregon menjadi ukuran penting pemulihan pascabencana karena air bersih merupakan layanan dasar. Pengawasan berikutnya perlu membuka progres terverifikasi, tenggat operasi, standar kualitas air, serta peta layanan sebelum dan setelah proyek berfungsi. Keberhasilan pemulihan seharusnya diukur dari pelayanan warga, bukan semata angka pembangunan.

