BANDA ACEH — BPMA bersama Pema Global Energi merealisasikan lifting kedua kondensat Wilayah Kerja B sepanjang 2026. Sebanyak 86 ribu barel dikapalkan dari Terminal Blang Lancang, Lhokseumawe, menuju Kilang TPPI Tuban untuk kebutuhan domestik.
Pengapalan berlangsung 20–21 September menggunakan MT Union Trust. Total kargo sekitar 102,5 ribu barel, terdiri atas 86 ribu barel WK B/PGE dan sekitar 16,5 ribu barel PHE NSO. Lifting WK B sebelumnya pada Juli 2026 mencapai 95,4 ribu barel.
Volume naik, nilai ekonominya perlu dibuka
Dua pengapalan itu berarti sekitar 181,4 ribu barel kondensat WK B telah dilifting pada Juli dan September. BPMA menempatkan lifting kedua sebagai bagian dari pemulihan kesinambungan produksi dan penyaluran setelah gangguan bencana hidrometeorologi.
Namun volume lifting tidak sama dengan pendapatan bersih Aceh. Untuk mengukur manfaat ekonomi, masih diperlukan data harga realisasi, penerimaan pemerintah, biaya operasi, laba perusahaan, dividen, serta nilai tambah yang tercipta di Aceh.
Ukuran berikutnya
Atlas menempatkan lifting kedua sebagai indikator pemulihan operasional, bukan kesimpulan keberhasilan ekonomi. Ukuran berikutnya adalah target lifting hingga akhir 2026, nilai penjualan, kontribusi fiskal dan dividen, serta seberapa besar aktivitas WK B menghasilkan efek ekonomi yang tinggal di Aceh.

