Senin, 19 Oktober 2026
•
Mapping Aceh Beyond The Headlines
Political Intelligence Journalism
⌕ Search
Atlas Aceh Newsroom
☰
Zulfadhli, Ketua DPRA

ATLAS LEADERS

Zulfadhli

Ketua DPRA

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh / Partai Aceh

Zulfadhli, A.Md adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024–2029 dari Partai Aceh. Ia telah menjadi anggota DPRA sejak 2019 dan memimpin lembaga legislatif Aceh sejak Oktober 2023. Dalam periode berjalan, posisinya menempatkannya di pusat pembahasan anggaran Aceh, legislasi, pengawasan pemerintah, serta agenda politik strategis seperti UUPA dan hubungan kelembagaan Pemerintah Aceh–DPRA.

Terakhir diverifikasi 5 September 2026

BACKGROUND

Latar belakang

Zulfadhli, A.Md merupakan politikus Partai Aceh dari daerah pemilihan yang meliputi Kabupaten Bireuen. Situs resmi DPRA mencatat ia menjadi anggota DPRA sejak 30 September 2019 dan pada periode tersebut pernah menjadi anggota Badan Anggaran serta Komisi IV DPRA.

Pada 19 Oktober 2023, Zulfadhli dilantik sebagai Ketua DPRA untuk sisa masa jabatan 2019–2024 menggantikan Saiful Bahri. Setelah Pemilu 2024, ia kembali berada dalam jajaran pimpinan DPRA dan pada 25 Oktober 2024 dilantik sebagai Ketua DPRA definitif untuk masa jabatan 2024–2029 berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri.

Dalam struktur DPRA 2024–2029, Zulfadhli juga memimpin Badan Musyawarah dan Badan Anggaran. Ia tercatat sebagai penasihat Fraksi Partai Aceh. Kombinasi posisi tersebut membuat perannya terkait langsung dengan penjadwalan agenda legislatif, pembahasan APBA, pengawasan pemerintah, dan koordinasi politik antarlembaga di Aceh.

POWER MAP NOTES

Membaca posisi dan pengaruh

FAKTA: Zulfadhli adalah Ketua DPRA 2024–2029 dari Partai Aceh, Ketua Badan Musyawarah, Ketua Badan Anggaran, dan penasihat Fraksi Partai Aceh. Ia telah menjadi anggota DPRA sejak 2019 dan memimpin DPRA sejak Oktober 2023. ANALISIS ATLAS: Posisi Ketua DPRA menempatkan Zulfadhli pada simpul penting antara kekuatan politik Partai Aceh, agenda legislatif, politik anggaran, dan hubungan kerja dengan Pemerintah Aceh. Perannya menjadi semakin relevan karena Gubernur Muzakir Manaf juga berasal dari orbit politik Partai Aceh. Karena itu, Atlas perlu membaca kepemimpinannya tidak hanya melalui kedekatan politik antarelite, tetapi juga melalui kemampuan DPRA menjalankan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, serta menjaga ruang checks and balances terhadap eksekutif.

Catatan analitis Atlas. Fakta dan analisis harus dibaca secara terpisah.

RELATED ISSUES

Isu terkait

Belum ada Issue yang menghubungkan aktor ini.

RELATED COVERAGE

Liputan terkait

Belum ada artikel terkait aktor ini.